Wednesday, August 19, 2020
Tuesday, August 18, 2020
Bayan Maghrib
Allah telah jadikan dunia ini tempat ujian, Darrul Intihan. Setiap manusia dalam keadaan apa saja dan siapa saja selalu dalam keadaan di uji oleh Allah. Kesenangan itu ujian dari Allah, kesusahan itu juga ujian dari Allah. Kesehatan itu ujian dari Allah dan Sakitpun juga ujian dari Allah. Harta, Jabatan, Keluarga, Perdagangan, Rumah, Kerabat, Teman, tetangga, Anak yatim, semua keadaan adalah ujian dari Allah. Allah tidak pandang status seseorang atau jabatannya, yang Allah lihat adalah sejauh mana orang itu mau sabar dalam ujian dan taat pada perintah Allah ketika di uji. Allah awasi manusia setiap saat, semuanya tercatat oleh malaikat seluruh perbuatannya, tidak ada yang meleset. Hasilnya akan Allah nampakkan nanti di akherat. Kita disuruh baca sendiri oleh Allah, disuruh menghitung sendiri amal perbuatannya. Di pengadilan Allah, semuanya akan Allah hisab, ditanya, dan harus dipertanggung jawabkan. Hasilnya hanya ada 2 saja :
- Surga : Bahagia selama-lamanya
- Neraka : Menderita selama-lamanya
Firman Allah :
“ Katakanlah : ( Muhammad ) ini adalah jalanku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku, (yaitu) mengajak (kamu/manusia) kepada Allah dengan Hujjah yang nyata…” (12:108)
Jalannya Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah mengajak manusia untuk taat kepada Allah. Sejauh mana mereka mengikuti jalan Nabi SAW dan sahabat RA, sejauh itu pula pertolongan Allah dan bantuan Allah kepada mereka. Mereka inilah orang-orang yang akan Allah menangkan, sebagaimana Allah telah menangkan para Nabi AS dan Sahabat RA diatas musuh-musuh mereka. Sedangkan musuh para Nabi AS adalah mereka yang menentang Jalan Hidup para Anbiya AS, mereka inilah orang yang celaka. Sudah Allah ceritakan dalam Al Quran kehidupan musuh-musuh Nabi yang menyebabkan mereka Allah binasakan. Allah tidak memandang kesuksesan mereka dalam hal keduniaan, yang Allah mau adalah ketaatan mereka kepada Allah.
Inilah yang namanya ujian, hanya ada 2 jalan :
1. Hidup Cara Nabi : Jalan keselamatan dan kebahagiaan (Darrussalam)
2. Hidup Cara Musuh-musuh Nabi : Jalan menuju Kebinasaan dan kesengsaraan
Sekarang kita coba Tafakkur (berpikir tentang kehidupan kita) dan Muhasabbah (menghisab kehidupan kita), ada di jalan yang mana kita saat ini. Inilah modal kita untuk selamat yaitu sering bertafakkur dan bermuhasabah agar kita tetap berada pada jalan yang benar. Jika kita ternyata berada pada jalan yang keliru, segeralah bertobat dan ubah haluan. Kita tata hidup kita kembali menjadi seperti kehidupan yang Allah mau, yaitu kehidupan Nabi SAW dan para sahabat. Mumpung kita masih punya waktu untuk merubah jalan dari yang salah kepada jalan yang benar. Penyesalan di akherat nanti sudah tidak ada gunanya lagi. Jalan Nabi SAW dan para sahabat adalah jalan yang menuju kepada pengampunan dosa. Yaitu jalan-jalan orang yang bertobat dan senantiasa memperbaiki diri. Mereka yang mengambil jalan ini akan selalu berinabah, mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah.
Kesalah fahaman terbesar yang terjadi pada umat saat ini adalah umat saat ini berkerja, bersusah payah, memaksakan diri untuk mendapatkan sesuatu yang pada akhirnya akan ditinggalkan, dan tidak akan di bawa ke dalam kubur. Suatu ketika Nabi SAW bertanya kepada para sahabat RA, “Mana yang lebih kamu sukai harta yang kamu miliki atau harta yang dimiliki oleh ahli waris ?” para sahabat menjawab, “Tentu harta yang kami miliki sendiri ya Rasullullah” Lalu Nabi SAW berkata mahfum, “Sesungguhnya seluruh harta yang kamu kirim untuk akheratmu adalah harta kamu yang sebenarnya, sedangkan harta yang kamu tinggalkan adalah milik ahli warismu.” Inilah yang tidak di sadari oleh umat saat ini bahwa yang namanya tabungan kita atau harta kita adalah yang telah kita infakkan kepada Allah, dan yang kita tinggalkan ini akan menjadi milik orang lain. Jadi hari ini orang mati-matian mengumpulkan harta, agar bisa dinikmati oleh orang lain. Harta yang di dunia ini tidak akan selamanya bersama kita, tetapi yang telah dikirim kepada Allah inilah yang akan kekal.
Ada 3 Macam Nikmat yang Allah berikan kepada manusia :
1. Nikmat Zohiriah : Dari Sifat Pengasih Allah ( Ar Rahman )
Seperti Nikmat : Udara, Air, Panas Matahari, Harta, Pangkat, dll.
Ini diberikan kepada seluruh manusia
2. Nikmat Bathiniah : Dari Sifat Penyayang Allah ( Ar Rahim )
Seperti Nikmat : Taqwa, Qona’ah, Hidayah, Sholat, Dzikir, dll.
Ini diberikan hanya kepada orang yang beriman
3. Nikmat Tertinggi : Yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul
Yaitu : Fikirnya, Risaunya, Akhlaqnya, dan Kerjanya Anbiya AS
Ini diberikan kepada kekasih-kekasih Allah
Jika nikmat tertinggi itu wujud dalam diri kita, berarti Allah sangat sayang pada kita. Sedangkan Allah hanya memberikan nikmat tertinggi itu kepada orang yang paling Allah cintai yaitu para Anbiya AS. Nikmat kerajaan Allah berikan kepada musuh Allah juga seperti Firaun dan Namrud. Nikmat harta juga Allah telah berikan kepada musuhnya yaitu Qorun. Nikmat kesehatan Allah juga berikan kepada musuhnya yaitu Kaum Ad. Nikmat Teknologi industri dan Arsitektur juga Allah berikan kepada kaum Tsamud. Nikmat Pertanian juga Allah berikan kepada kaum Saba. Namun nikmat yang paling mulia adalah pertolongan dari Allah untuk mengikuti jalannya para Anbiya AS dan sahabat RA. Sekarang pilihan ada di kita apakah kita mau mengikuti jejak musuh Allah atau kekasih Allah.
Barang siapa merasa lebih nikmat mendapat nikmat harta dibanding dengan nikmat Iman dan Amal, berarti dia sudah menghina Allah sebagai pemberi Nikmat tertinggi. Nikmat harta ini nilainya tidak lebih besar dari sebelah sayap nyamuk, sedangkan nikmat amal disisi Allah melebihi besarnya langit dan seluruh isinya. Untuk itu kita harus mensyukuri nikmat amal ini melebihi nikmat harta yang kita miliki. Satu Amal ini walaupun sebesar biji sawi, dapat kita bawa sampai mati, dan dapat menyelamatkan kita dari adzab Allah di akherat. Sedangkan harta di dunia, jika tidak kita gunakan untuk kemauan Allah maka ini hanya laku di dunia, sedangkan di akherat akan di hisab dengan keras. Siapa saja yang kufur dari nikmat yang Allah berikan maka Allah akan rampas nikmat itu dan Allah akan binasakan orang itu. Sebagaimana Allah telah binasakan orang-orang yang kufur dari nikmat Allah seperti Firaun, Qorun, Kaum Ad, Kaum Saba, dll. Hari ini kita lihat hati kita, lebih terkesan mana mendapatkan nikmat-nikmat musuh Allah atau nikmat menjalani kehidupan para Nabi.
Firman Allah :
“Kamu adalah umat yang terbaik (Choiru Ummah) yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang Ma’ruf dan mencegah yang Mungkar, dan kalian beriman kepada Allah…” (3 : 110)
Nikmat Akbar atau nikmat besar dari Allah yang diberikan kepada Umat saat ini adalah Predikat Choiru Ummah, Gelar Umat Terbaik. Nabi Muhammad adalah pemimpin para Anbiya AS dan kita adalah ummat yang terbaik. Allah berikan pridikat umat terbaik kepada umat Nabi SAW asbab kerja yang mulia yaitu kerja Dakwah, kerjanya para Nabi. Nabi SAW dan para sahabat RA datang kepada manusia untuk mengajak mereka kepada Nikmat yang Akbar. Tetapi kebanyakan dari mereka malah lari bahkan menentangnya.
Yang harus menjadi fikir kita saat ini adalah bagaimana umat dapat selamat dari adzab Allah, di dunia dan akherat. Kita perlu kerjakan Dakwah ini dengan :
1. Yakin Nabi SAW : Tidak terkesan pada keadaan apapun
2. Tertib Nabi SAW : Cara yang di contohkan oleh Nabi SAW
3. Akhlaq Nabi SAW : Iqrom, Khidmat, Kasih Sayang, Hikmah
4. Fikir Nabi SAW : Kerisauannya dan Bashirohnya
Sedangkan modalnya dan asbabnya Nabi SAW hanya :
1. Yakin yang benar : Allah bersama Saya
2. Perintah Allah : Dibalik perintah ada pertolongan Allah
3. Do’a : Senjata Nabi SAW
Inilah methode dakwah peninggalan Nabi SAW. Siapa saja yang meninggalkan dakwah maka dia akan jatuh dari pandangan Allah. Allah akan buang dia seperti manusia membuang sampah ke tempat sampah lalu tidak di lihatnya lagi. Allah akan tutup pintu-pintu keberkahan wahyu darinya. Dia tidak akan diperhatikan dan ditolong oleh Allah. Do’anya tidak akan di dengar dan Allah akan sibukkan dia pada amal-amal yang Allah benci. Sehingga dia akan mati dalam keadaan dibenci oleh Allah.
Sahabat memenangkan peperangan, namun ketika pembagian ghanimah malah banyak yang menangis. Abu Darda RA ditanya oleh yang lain kenapa dia menangis, dia menjawab, “Jika kita sampai kufur terhadap nikmat yang Allah beri ini, maka nanti Allah akan hinakan kita seperti Allah hinakan Bani Israil ketika mereka kufur dari Nikmat Allah. Mereka meninggalkan perintah Allah, sehingga Allah cabut kenikmatan mereka dan Allah hinakan mereka.” Abu Darda RA takut kita tertimpa musibah dan kehinaan seperti Bani Israil ketika mereka kufur dari Nikmat yang Allah berikan.
Bani Israilpun pada awalnya Allah berikan banyak kenikmatan seperti :
- Kenikmatan bebas dari rasa takut terhadap Firaun
- Kemenangan melawan Firaun
- Makanan dan minuman yang datang dari langit
- Di tunjukkan kebesaran-kebesaran Allah, dll.
Namun mereka lalai dari pemberian Allah kepada mereka. Mereka tinggalkan perintah Allah dan kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka. Akhirnya Bani Israil Allah hinakan sampai hari kiamat. Abu Darda RA takut kita bernasib sama seperti Bani Israil yang kufur dari nikmat Allah. Nabi SAW pernah berkata mahfum, “Setiap umat memeliki fitnah, sedangkan fitnah umatku adalah harta.” Awal kehancuran dari umat ini adalah ketika fitnah harta sudah masuk ke dalam kehidupan umat. Apa itu fitnah harta yaitu harta yang dapat melalaikan kita dari perintah Allah dan menyebabkan kita kufur dari nikmat Allah. Jika harta sudah masuk ke dalam umat akan terjadi 4 perkara, dan ini telah terjadi secara berulang-ulang dan terus menerus sampai hari kiamat. 4 perkara itu adalah :
- Kesibukan mengurus harta, sehingga lalai dari Amal Agama
- Perpecahan diantara umat
- Menyebabkan hati menjadi keras
- Pintu menuju kemaksiatan akan terbuka
Jika kita lebih menangisi harta kita yang telah hilang dibanding menangisi perintah Allah yang kita tinggalkan, maka do’a kita tidak akan di dengar oleh Allah. Ciri-ciri orang yang tawakkal kepada Allah adalah ketika dia kehilangan sesuatu, maka dia akan berkata, “Innalillahi wa inna illaihi Roji’un”, segala sesuatu datangnya dari Allah dan kepada Allahlah kembalinya segala sesuatu. Pada hakekatnya kita tidak memiliki apa-apa. Allahlah yang memberikan segala sesuatu kepada kita, dan Allah pulalah yang mengambilnya. Bahkan diri kita ini adalah milik Allah, yang sewaktu waktu Allah akan mengambilnya. Maulana Ibrahim dari India berkata, “Ciri-ciri kebathilan terbesar dalam diri manusia adalah ketika dia mengira bahwa harta dan diri dia adalah milik dia. Padahal segala sesuatu ini adalah milik Allah. Untuk membenarkan kesalah fahaman ini, maka penting kita korbankan diri dan harta kita di jalan Allah.”
Kita ini adalah dutanya Allah di muka bumi, sehingga kita di tuntut untuk bekerja seperti seorang duta. Jika seorang duta di kirim ke suatu negari, maka kekuatan negara yang mengirim akan bersama dia. Jika si duta ini disakiti maka negara yang mengirimpun akan turun tangan. Begitu juga kita, sebagai duta Allah, kekuatan yang mengirim bersama yang di kirim. Namun jika kita tidak menjalankan tugas kita sebagai seorang duta, maka Allah akan memecat kita sebagaimana negara akan memecat dutanya yang lalai dari amanat negara dan akan menggantinya dengan yang lain. Tanpa kita sadari kita sudah bekerja sebagai supir, pembantu, atau yang tingkatannya jauh lebih rendah dari seorang duta. Begitu juga kita, jangan tertipu dengan pekerjaan yang lebih kecil, sehingga pekerjaan besar kita tinggalkan yaitu sebagai duta Allah. Jangan mau meninggalkan pekerjaan yang besar dan mempunyai derajat tinggi di sisi Allah, demi mengurusi dunia saja yang kecil disisi Allah.
Apa tujuannya membuat Amal Maqomi dan Khuruj Fissabillilah? tujuannya adalah untuk perbaikan hati (Tazkiyatun Nafs) dan perbaikan Iman (Tazkiyatun Iman). Kita buat maqomi dan keluar di jalan Allah agar hati kita ini bercahaya dan agar kita siap menjadikan kerja dakwah ini sebagai maksud hidup. Maksud dikirimnya para Anbiya AS adalah untuk buat kerja dakwah agar manusia selamat dari siksa neraka dan membimbing mereka menuju jalan ke surga. Siksa Neraka itu tidak terbayangkan kedahsyatannya, kengeriannya, kepedihannya. Mereka meminta kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia agar bisa beramal. Namun kata Allah dalam Qur’an walaupun mereka di kembalikan ke dunia, mereka akan tetap durhaka. Dikatakan Ahli Neraka ini akan mengerang kesakitan dan saling menangisi selama ribuan tahun. Mereka akan berteriak, “keluarkan kami…keluarkan kami..” Lalu Allah menjawab, “Diamlah kamu dan terhinalah kamu selamanya.” Inilah penderitaan Ahli Neraka, dan inilah asbab diutusnya para Anbiya AS.
Dakwah para Anbiya AS itu adalah :
1. Perkara Tauhid : Keyakinan yang sempurna
2. Perkara Risalat : Jalan Keselamatan / Cara Hidup
3. Perkara Akherat : Tempat kembali / Tujuan Akhir
Sedangkan maksud dikirim para Anbiya AS adalah untuk :
1. Tabligh : Menyampaikan perkara yang Haq
2. Taklim : Mengajar manusia mengenal yang Haq
3. Tazkiyah : Memperbaiki Akhlaq dan Keyakinan Manusia
Kita harus tingkatkan pengorbanan kita sampai batas akhir kemampuan kita menuju SurgaNya Allah. Sedangkan batas akhir Ahlul Dunia adalah Neraka Jahannam sebagai tempat kembalinya. Kita perlu timbulkan rasa kasihan, sedih, prihatin kepada mereka yang jauh dari Allah. Kita harus bisa menyayangi mereka sebagaimana kita menyayangi keluarga dan diri kita sendiri. Kita harus risaukan keadaan mereka di akherat nanti. Beri mereka nasehat dengan kerisauan yang tinggi. Inilah Jalannya Umar RA, Abu Bakar RA, Utsman RA, Ali Ra, sampai kepada Nabi SAW dan para Anbiya AS yaitu Jalan Dakwah. Jika kita ikuti jalan mereka maka hati kita akan bercahaya penuh dengan hidayah sehingga akan terlihat dengan jelas oleh kita antara yang Haq dan yang Bathil. Terus kita tingkatkan pengorbanan sampai ke batas pengorbanan sahabat sampai hilang kesan kita terhadap keduniaan. Banyak do’a kepada Allah karena ketaatan hanya dapat dilakukan dengan pertolongan Allah.
Maulana Ilyas Rah.A berkata :
“Siapa saja yang ikut kerja dakwah tetapi tidak yakin Allah akan menolong dia berarti orang ini adalah orang yang fasik.”
Allah akan tolong kita seperti Allah telah tolong sahabat RA dan para Nabi AS. Siapa saja yang mengisi hatinya dengan Amal Agama, maka Allah akan masukkan cahaya ke dalam hatinya sehingga ia dapat melihat dengan cahaya Allah. Umar RA pernah berkata, “Hati-hati dengan firasat orang beriman.” Khalid bin Walid suatu ketika mau di jebak oleh seorang Raja, tetapi ketika itu Allah beri Ilham dan firasat kepada Khalid bin Walid RA. Si utusan Raja ketakutan ketika Khalid sadar bahwa dirinya akan di jebak, sehingga dia beberkan seluruh rahasia dan rencana penjebakan tersebut. Ketika itu Khalid RA datang menuju jebakan Raja, namun dia datang dengan persiapan. Akhirnya jebakan tersebut hanya memakan si raja itu sendiri. Inilah pertolongan Allah kepada orang beriman. Khalid RA tidak bisa di tipu karena dia dapat melihat dengan cahaya Allah. Ketika Cahaya masuk ke dalam hati, maka akan menghilangkan kegelapan di sekililingnya. Sehingga sesuatu yang tidak nampak oleh mata manusia terlihat oleh orang yang hatinya di penuhi oleh cahaya Allah. Umat hari ini di tipu atau di jebak tetapi dirinya tidak tau bahwa dirinya telah di tipu dan di jebak. Ini dikarenakan Hati ini tidak masuk cahaya Allah. Seperti katak dalam tempurung, di kegelapan merasa dapat mengetahui segalanya, padahal dia tertutup dari yang namanya kebenaran.
Seorang sahabat setiap ada peperangan selalu membuka pakaian besinya agar bisa mati di jalan Allah. Tetapi apa yang terjadi, pesan pimpinan musuhnya, “Jika kalian bertemu dengan orang yang telanjang dada, lari saja…” Maka dalam peperangan, tentara musuh, setiap melihat Birrah RA lari ketakutan seperti domba yang lari melihat srigala. Ini dikarenakan hati para sahabat ini telah dimasuki oleh cahaya Allah. Sehingga cahaya ini bisa menembus dan melihat kepada kehidupan sesudah mati. Sahabat mencintai mati sebagaimana Ahlul Dunia mencintai harta.
Kenapa kita dikenalkan kepada usaha nubuwah ini yaitu untuk menyebarkan kebaikan kepada seluruh manusia, membawa kabar gembira tentang Surga yang Allah janjikan, dan memberi peringatan tentang Adzab Allah. Kebaikan yang kita dapat dari Dakwah ini adalah untuk diri kita sendiri. Bencana akan datang jika dakwah di tinggalkan, dan Allah akan meminta pertanggung jawaban kita atas kerja dakwah ini. Kita ajak manusia mengenal Allah dan janji-janjinya, lalu kita bawa mereka kepada kehidupan Nabi SAW dan para sahabat. Bagaimana mereka, Nabi SAW dan para sahabat RA, Allah muliakan dunia dan akherat. Dakwah ini adalah usaha agar umat mau balik kepada jalan keimanan dan jalan ketaqwaan, yaitu jalannya para Anbiya AS dan Sahabat RA. Kesibukan kita hari ini adalah dengan perkara yang kecil dan hina disisi Allah. Kita melupakan perkara yang dapat menaikkan derajat kita dan yang justru menyebabkan kita mulia dan besar disisi Allah. Kekuatan Allah akan bersama dengan umat ini jika mereka mau hidupkan dakwah dan kembali kepada kehidupan dan jalan para Anbiya AS dan Sahabat RA.
Permisalan gerak dakwah yang dilakukan umat ini adalah seperti salju yang meleleh karena sinar matahari sehingga mengalir turun gunung, masuk ke lembah-lembah, turun ke parit, lalu ke sungai, dan menuju Laut. Air ini memberi manfaat kepada semua yang di lewatinya. Gerak air ini suci dan mensucikan. Ketika air ini gerak manfaatnya adalah buat tumbuh-tumbuhan, binatang yang haus, membersihkan kotoran, dan lain-lain. Semuanya dapat mengambil manfaat, selama air itu dalam keadaan bergerak.
Sedangkan permisalan orang yang berhenti dari dakwah ini seperti air yang terjebak ke dalam lobang-lobang air, dia akan menetap disana. Air yang terjebak ini akan tergenang, lalu dikencingi orang, diberaki binatang, diminum anjing, sehingga tidak suci lagi dan banyak penyakit. Seiring waktu berjalan air yang terjebak itu akan menjadi mudharat buat yang lain. Begitu juga orang yang tidak buat gerak dakwah maka dia akan terjebak ke dalam lobang-lobang dunia, kantor, tahta, jabatan, sehingga orang ini akan menjadi rusak dan membawa mudharat bagi orang lain. Ketika dia terjebak dalam lobang dunia maka dia akan mulai meninggalkan sunnah, yakinnya mulai rusak, mulai lalai dari perintah Allah, dan akhlaqnya akan menjadi buruk. Sehingga yang muncul adalah perbuatan merusak seperti mencuri, korupsi, memfitnah, seperti penyakit yang timbul dari air yang kotor. Asbab ini yang terlihat dari umat adalah sisi yang buruk saja.
Sahabat bergerak menyebarkan cahaya Allah, sehingga semua orang dapat mengambil manfaat dari kehidupan mereka. Allah berjanji siapa saja yang menolong Agama Allah maka Allah akan menolong mereka. Kita aja manusia kepada cahaya Allah yang mengeluarkan manusia dari kegelpan. Tambah pengorbanan jangan sampai kerja kita tidak ada peningkatan nanti ada yang marah. Seperti anak kecil ketika dia kecil hanya bisa mencoret-coret saja namun masih di puji-puji oleh orang tuanya dan gurunya. Tetapi jika sudah besar masih kerjanya coret-coret saja tidak ada perkembangan maka ini bisa menjadi asbab dimarahi oleh guru dan orang tuanya. Begitu juga dalam kerja ini jika kita tidak ada peningkatan dalam kerja agama nanti Allah akan marah pada kita. Bagi orang yang sudha lama dalam usaha ini buat peningkatan kerja dan pengorbanan lebih banyak lagi. Orang lama ini seperti mobil yang memimpin di depan, jika mobil yang di depan ini mogok maka mobil yang dibelakang akan berhenti dan akan terjadi kemacetan. Jadi jangan biarkan diri kita berhenti, maju terus, berkorban terus sampai tidak ada lagi yang bisa kita korbankan. Nanti Allah akan tampakkan hasilnya di akherat.
Sunday, August 16, 2020
Tuesday, October 10, 2017
Bagaimana kita berhadapan dengan orang yang menyakiti kita?
Bagaimana kita berhadapan dengan orang yang menyakiti kita?
1. Memaafkan.
2. Buang marah dan kecil hati yg ada dalam hati kita.
3. Membalas dengan kebaikan.
4 Mendoakan kesejahteraan dan kebaikan.
Ingatlah, perasaan marah, kecil hati, dendam dalam hati tak akan dapat melangkaui gunung, tak akan dapat terbang ke langit biru, juga tak akn dapat menyelam di samudera lautan. Ianya hanya akan terus berada di dalam hati kita dan akan membinasakan hati kita seumpama racun !
Berhati-hatilah dari terbongkarnya aib kita di depan orang ramai.
Berhati-hatilah dari terbongkarnya aib kita di depan orang ramai.
Setiap dari kita pasti ada aib dan kekurangan. Dan Allah memiliki sifat As-Sittir (Maha Menutupi) sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadith. Allah swt menutupi pelbagai aib, kelemahan, dan kesilapan manusia.
Namun, ada kalanya Allah buka juga aib kita di depan orang ramai? Mungkin ada sebabnya. Boleh jadi,
1. Mungkin kita sudah melampaui batas. Merasa seronok dengan maksiat. Hilang rasa malu. Tak nak bertaubat dan memperbaiki diri padahal sudah lama diberikan peluang oleh Allah untuk memperbaiki diri.
2. Supaya dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin lain, supaya tidak mengikuti jejak langkah kita.
3. Mungkin kerana kita pun suka membuka aib orang lain.
4. Tidak berdoa supaya Allah menutup aib kita.
* * * * *
Semoga Allah menutup aib-aib kita dan mengampuni dosa-dosa kita baik yang tersembunyi ataupun yang terlihat. Baik sengaja mahu pun yang tidak sengaja.
Sunday, December 25, 2016
3 suasana di rumah.
YaAllah..buat saya berfikir... Hari ini ramai suami tidak mampu pergi solat dan belajar agama di masjid-masjid. Akibatnya, suami tidak mengajar anak isteri memahami Islam. Maka wujudlah tiga suasana di rumah2 di seluruh dunia:
1) Suasana Pawagam
TV dan Audio yang besar2.. karaoke2.. video2 games. Anak2 dibesarkan dalam suasana kelalaian.. sehingga rasa terkilan bila terlepas drama di TV...menangis bila tengok drama2... ada juga ibu bapa yang bersyukur bila anak2 terpilih jadi penyanyi buat maksiat di pentas2.
2) Suasana Hotel
Rumah yang dihias mewah2 seperti Hotel, berhawa dingin...setiap tahun tukar sofa baharu.. tilam2 mewah.. bilik air mewah..sehingga menjadi tempat rehat yang lebih merehatkan diri daripada berada di rumah Allah.
3) Suasana Restoran
Rumah yang dipenuhi dengan makanan seperti restoran...mewah...setiap saat dalam kekenyangan....fikiran hanya fikir makan dan minum sahaja.. fikir untuk penuhkan. perut.. peti ais penuh dengan makanan....aiskrim...dan pembaziran berlaku dengan begitu banyak).
Kita perlu berubah kepada Kefahaman Agama agar suasana rumah berubah.
Suasana rumah seperti rumah Baginda SAW dan Sahabat2 di Madinah tidak wujud lagi.._ iaitu Suasana Rumah seperti Madrasah.
Hidupkan suasana bacaan al-Quran dan Hadis di rumah.
Hidupkan suasana dakwah. Bercakap mengenai kebesaran ALLAH dan suasana Ilmu di rumah.
Hidupkan suasana zikir dan solat2 sunat di rumah..
Rumah penuh dengan Nur al-Quran-Hadis.. ALLAH turunkan Rahmat.. Keberkatan.. dan Sakinah ... keluarga hidup bahagia.
Lahirkan anak2 alim-alimah, Hafiz-Hafizah dan Daie- Daieyah yang memperjuangkan Islam di seluruh alam.
Suasana ini yang perlu kita wujudkan di rumah2 kita. Hari ini anak2 kita makan makanan penyihat otak dan penguat ingatan, kismis dan macam2 lagi tapi pencapaian exam tak cemerlang. Belajar tak pandai2.. rupanya bukan salah makanan kesihatan tapi sebenarnya hati anak2 gelap sebab tak dengar Hadis.
Wujudkan amalan bacaan taklim Hadis Nabawi di rumah2 kita. Cari satu masa kumpul keluarga baca Hadis2 Nabi SAW dan baca kisah2 para sahabat dalam kitab Hayatus Sahabah agar isteri dan anak2 kita mengenali kehidupan sahabat2 Nabi SAW, insan2 yang telah berjaya.
Barulah ahli keluarga hidup secara sederhana dan tidak berhajat kepada mewah2 sehingga kadangkala melebihi kemampuan bapa dan suami
Semoga kita semua berazam untuk hidupkan suasana rumah seperti masjid dan Madrasah dirumah kita..
Boleh share pada suami atau isteri kita insyaAllah ya..
Seminar mega perubahan remaja 31 dis ni untuk persiapan anak kita menempuh tahun 2017.. daftar sekarang 0177671637
Pejuang Remaja,
Ustaz Khailil Razak
Aka Ustaz Tido
#storyustaztido
Nasihat Dakwah oleh HAMKA
Sebahagian Nasihat Dakwah oleh HAMKA
===================
Dakwah
▫Dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan.
▫Dakwah itu saling menguatkan bukan saling melemahkan.
▫Dakwah itu saling belajar bukan saling bertengkar.
▫Dakwah itu menasihati bukan mencaci menyakiti
▫Dakwah itu mengajak bersabar bukan mengajak bercakar.
▫Dakwah itu bergerak cepat bukan sibuk berdebat.
▫Dakwah itu realistis bukan fantastis.
▫Dakwah itu mencerdaskan bukan membodohkan.
▫Dakwah itu berlumba dalam kebaikan bukan berlomba dalam menjatuhkan.
▫Dakwah itu menghadapi ummat bukan membelakangi ummat.
▫Dakwah itu mengatasi keadaan bukan meratapi keadaan.
▫Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.
▫Dakwah itu mengali kebaikan bukan mengorek kesalahan.
▫Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari2 aib dan menyebarkannya.
▫Dakwah itu membina keyakinan bukan menimbulkan keraguan.
▫Dakwah itu memberi senyum manis bukan memberi senyuman sinis
▫Dakwah itu menyatukan kekuatan bukan memecah belah barisan.
▫Dakwah itu siap menghadapi musuh bukan selalu mencari musuh.
▫Dakwah itu mencari teman bukan mencari lawan.
▫Dakwah itu mendekati kebenaran bukan mendekati kesesatan
▫Dakwah itu berjemaah bukan bersendirian.
▫Dakwah itu membina kesatuan hati bukan merosakkan kesatuan hati
▫Dakwah itu kita mengatakan: ' kami sayang kamu' bukan 'kami benci kamu'
▫Dakwah itu dengan 'belanja sendiri' bukan ' disponsori'
▫Dakwah itu 'habis berapa' bukan 'dapat berapa.
▫Dakwah itu memanggil bukan dipanggil
▫Dakwah itu Saling mengislah bukan saling menyalah
▫Dakwah itu dengan
cara Nabi bukan dengan cara sendiri
Saturday, July 2, 2016
untuk saudara Abdul Qayyum Hadi
Temu ramah bersama isteri Syeikhul Islam Mufti Muhammad Taqi Usmani (semoga Allah memelihara mereka berdua)
Salinan semula dan sedikit penyuntingan dilakukan daripada majalah “The Intellect” (terbitan Karachi, Pakistan). Dengan keizinan daripada penemu ramah dan Syeikh Mufti Taqi Usmani (Muhammad ibn Adam).
Soalan: Syeikh Taqi Usmani telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk berkhidmat pada Islam dengan istiqamah dan bersungguh. Untuk mencapainya, MasyaAllah, beliau mesti memiliki pembantu di rumah. Bolehkah puan sudi berkongsi dengan kami bagaimanakah puan membantunya?
Isteri MTU (Mufti Taqi Usmani): Sejak hari pertama pernikahan kami, saya bercadang (dengan mengharapkan pahala) yang saya akan bertanggungjawab ke atas semua urusan rumahtangga. Oleh itu, Syeikh mampu menumpukan pada kerja agama. Dengan cara ini, saya (berharap) mendapat saham daripada pahala kerja keagamaan beliau. Sehingga kini, saya bukan saja cuba untuk membudayakan persekitaran Islam di dalam rumah (spt tidak mengungkit kerja keras saya kepadanya), tetapi juga tidak memberikan beliau masalah perihal urusan rumahtangga. Daripada urusan runcit sehinggalah urusan membeli barangan peribadi seperti pakaian dan lain-lain. Saya cuba untuk selesaikan masalah remeh mahupun besar dengan sendiri; seperti membaiki penegak telefon. Walaupun ketika anak-anak kami masih kecil lagi, saya cuba memastikan agar Syeikh tidak diganggu oleh rutin yang bersangkut paut dengan mereka.
Saya juga ingin menyatakan bahawa saya telah dianugerahi oleh Allah Taala dengan suami yang amat bertimbang rasa. Beliau telah memberikan saya persekitaran rumah berunsurkan duniawi dan agamawi yang terbaik. Saya berasa amat bahagia, alhamdulillah.
Soalan: Syeikh sering merantau ke luar negara. Adakah puan memiliki kesempatan merantau dengannya? Jika ya, bagaimanakah puan menguruskan diri sementara beliau sibuk dalam halnya?
Isteri MTU: Saya kerap merantau dengan Syeikh. Hakikatnya, saya telah menemaninya dalam banyak pelancongan. Selalunya apabila kami menaiki kapal terbang, beliau mulakan kerjanya dengan laptop sehinggalah pesawat mendarat. Dalam masa itu, saya menyibukkan diri dengan bacaan wirid harian ketika dalam perjalanan. Di hotel, Syeikh meneruskan urusan rasmi manakala saya membaca Quran dan terjemahannya. Sebenarnya saya suka membaca. Di rumah, oleh sebab disibukkan dengan hal rumah, saya tidak memiliki masa untuk membaca dengan kosentrasi. Maka dalam masa perantauan, saya memenuhi kehendak diri untuk membaca (dengan fokus). Baru-baru ini saya cuba mempelajari bahasa Arab, maka saya akan membuka buku Arab dan cuba mempelajarinya. Apabila Syeikh datang untuk makan tengah hari, saya akan bertanya tentang sesuatu yang saya tidak faham.
Saya tidak kerap membeli belah walaupun banyak wanita yang ingin membawa saya berjalan ke bandar. Saya lebih suka untuk duduk di hotel dan mengamalkan rutin harian. Ketika fajar, Syeikh dan saya selalu pergi berjalan-jalan selama setengah jam, tidak kira di mana saja kami berada. Ketika petang, walaupun saya berada di rumah, saya melengkapkan setengah jam atas treadmill (mesin lari) sambil membaca sekurang-kurangnya satu juz Quran. Semasa melancong, setelah kerja rasminya telah habis, Syeikh seringkali menambahkan hari melawat ke tempat-tempat di bandar untuk diri saya.
Soalan: Apabila anak-anak sudah membesar, isteri memiliki masa yang lebih untuk digunakan mengikut kehendaknya. Bagaimanakah puan menggunakan masa tersebut, dan cara puan gunakan untuk purata hari puan?
Isteri MTU: Setiap hari Khamis, saya menyampaikan ucapan kepada guru-guru wanita dan staf di Hira Foundation School [sekolah campur yang menyediakan sistem pelajaran Cambridge berserta pelajaran agama premis Darul Uloom Karachi], yang mana saya membacanya daripada buku Islahi Khutbat karangan Syeikh. Saya juga sentiasa melakukan lawatan kejutan ke sekolah untuk pemeriksaan kerjanya.
Sepanjang rutin saya diambil berat (yang sejajar dengan itu, untuk memberikan keselesaan Syeikh semaksimumnya), selalunya ia berlaku sebegini: Selepas fajar, kami berjalan bersama-sama, kemudian bersarapan pada 7.30 am. Kemudian Syeikh meneruskan pengajian Sahih Bukhari pada 8.00 am sehingga 10.00 am, manakala saya sibukkan diri dengan urusan rumah. Beliau pulang pada pukul 10.00am, sehingga 12 tengah hari bersama laptop (menulis buku dan sebagainya). 12.00 tengah hari hingga 2.00pm adalah waktu pejabatnya, maka beliau meneruskan waktunya di sana. Selepas solat zuhur, kami makan tengah hari bersama-sama dalam pukul 2.15pm, kemudian berehat selama satu suku jam (3.30pm). [Dari 3.30pm hingga asar, beliau balik ke pejabatnya agar guru, murid, dan sebagainya memiliki peluang mendapatkan nasihat daripadanya]. Dari asar ke solat maghrib adalah waktu keluarga. Syeikh mengkhususkan waktu itu untuk kami duduk bersama sambil berbincang isu yang diminati. Dari maghrib ke isyak, beliau meneruskan untuk melakukan kerjanya. Contohnya, jika beliau mengarang buku, lalu menulis, mengkaji dan sebagainya. Selepas makan malam, kami duduk bersama selama 10-15 minit, Syeikh membacakan kepada kami sebuah buku. Cucu-cucunya juga mesti menghadiri sesi bacaan ini. Selepas itu, beliau kembali melakukan kerja sebelum menuju ke tempat tidur pada 12.00 malam.
Soalan: Apa yang perlu dibuat untuk melanjutkan kerja kita ke arah usaha reformasi terhadap wanita?
Isteri MTU: Pertama sekali, ceramah perlu sentiasa diberikan kepada wanita dalam bentuk perbincangan terhadap salafus soleh. Jika wanita kerap mendengarkan ini, maka kesannya akan lebih mendalam. Bukan saja membawa perubahan mendadak terhadap mereka, bahkan mampu memberikan kesan kepada anak-anak mereka dan keluarga.
Kedua, kehendak kita ke arah reformasi tidak patut terlalu halus atau secara terang. Kita tidak patut memarahi yang lain kerana ia akan menyakitkan pendengar, dan jika memberikan nasihat yang lembut, dia mungkin akan mengamuk. Kita sepatutnya membuatkan orang faham tentang akhlak mazmumah dengan cara mengajak mereka ke majlis keagamaan. Contohnya, jika seorang wanita sedang sibuk mendukung anak di rumah, tetapi minat dalam dakwah atau merasakan bahawa jirannya melakukan kesilapan, dia hanya perlu meluangkan masa 15-20 minit daripada jadualnya. Jemput jirannya bersama satu dua wanita lain ke tempatnya untuk dibacakan beberapa muka surat daripada kitab salafus soleh. Dengan cara ini, jirannya akan mengetahui perkara yang betul secara tidak langsung. Walaupun usaha ini kelihatan remeh, tetapi insyaAllah, kesan yang besar akan berlaku jika kerap melakukannya- seperti titisan air ke atas batu.
Kita sebagai wanita perlu juga ingat untuk mengajar anak kita sunnah dan doa nabawi sejak muda. Ia akan membantu akhlak mereka terbiasa dengan sunnah, dan kita akan mampu menyumbangkan pembawaan positif mereka dengan cara yang bermakna.
Untuk membuatkan nasihat kita berguna bagi orang lain, adalah bagus jika dimulakan dengan doa. Dalam mana-mana forum, saya selalu solat hajat dua rakaat terlebih dahulu agar usaha saya bermanfaat bagi diri dan pendengar.
Soalan: Dalam masa yang tidak berkesudahan yang mana penceraian makin berleluasa, puan ada apa-apa nasihat yang dianggap penting untuk pernikahan yang bahagia?
Isteri MTU: Satu hal yang penting bagi wanita terutamanya pada hari ini adalah, untuk bersikap sensitif terhadap perkara yang suami suka dan tidak suka. Secara umumnya wanita sering berpakaian cantik dengan perhiasan mereka jika keluar rumah. Apabila di rumah, mereka berpakaian lusuh, dengan bau busuk dapur keliling mereka. Sepatutnya ia terbalik. Jika wanita keluar rumah, mereka perlu berpakaian sederhana dengan berhijab. Ini akan melahirkan persekitaran yang sihat.
Soalan: Apakah perangai Syeikh yang paling puan suka?
Isteri MTU: (Ketawa) Semua! MasyaAllah. Saudara-mara saya bergurau dengan menyatakan mereka tidak pernah melihat seorang isteri yang mendengar syarahan suamniya dengan penuh minat. Kami telah, masyaAllah, dikurniakan oleh Allah Taala dengan pasangan yang indah. Ia merupakan hasil untuk mencuba segala perkara terhadap sesama sendiri dengan niat mengharapkan pahala.
Soalan: Syeikh suka makan apa?
Isteri MTU: Beliau sangat suka kambing berkuah dan dal hancur.
Soalan: Hari ini, kita dikelilingi dengan pelbagai kerosakan akhlak – serangan media. Oleh itu, muslim perlu cenderung ke arah budaya tidak islamik. Bacaan tidak islamik semasa kenduri, tidak berhijab, berlebih-lebihan, sumber pendapatan haram dan sebagainya. Bagaimanakah kita melindungi diri dan anak-anak kita dalam persekitaran sebegini. Dan bagaimanakah kita memupuk keyakinan dalam diri kanak-kanak untuk melawan arus?
Isteri MTU: Saya rasa perkara yang terpenting untuk melakukannya adalah dengan memelihara persekitaran rumah secara sihat dan sejahtera. Jika ia dipenuhi ajaran Islam, anak-anak dilatih dengan perintah agama dan mengetahui baik buruk, insyaAllah mereka akan berada dalam keadaan selamat apabila telah melangkah keluar. Apabila semua ahli keluarga solat secara teratur, dan bersibuk dengan zikir, Allah Taala akan melindungi mereka daripada syaitan. Peranan utama dalam latihan ini ialah ibu. Jika “orang rumah” hendak, dia mampu mengubah persekitaran rumahnya.
Salah satu lawatan kami ke England, kami menemui komuniti Islam yang anak-anak mereka lebih mengetahui doa nabawi berbanding kanak-kanak Pakistan. Anak perempuan menutup aurat dengan sempurna. Dan semua orang tua, masyaAllah, mematuhi perintah agama termasuklah solat di masjid dengan memakai pakaian patuh syariat. Apabila ditanya bagaimana mereka istiqamah dengan gaya hidup tersebut secara terbuka seperti di UK, mereka spontan menjawab bahawa mereka memelihara persekitaran rumah secara utuh. Dengan itu, anak akan dilindungi daripada perkara yang menyimpang. Jadi, ini semua bergantung pada kehendak diri. Hari ini Islam adalah praktikal dalam persekitaran yang umum. Jika kita ingin mengikutnya secara menyeluruh, kita perlu memiliki niat yang ikhlas untuk melakukannya. Selebihnya Allah Taala akan permudahkan urusan kita.
Soalan: Apakah yang puan ingin katakan kepada pembaca majalah kami, terutama sekali wanita muda yang prihatin terhadap obligasi agama mereka tetapi menghadapi cabaran oleh rakan sebaya serta halangan di rumah?
Isteri MTU: Mereka perlu berusaha untuk menghadiri majlis keagamaan serta membaca kitab salafus soleh. Makin kerap mereka lakukan, makin senang dan cepatlah proses perubahan berlaku, insyaAllah. Jika seorang perempuan memutuskan untuk berubah dalam hidupnya, dan kekal teguh, tiada sesiapa yang mampu menghalanginya. Bahkan, ahli keluarganya akan mula sedar akan perubahan positif dalam dirinya, dan mungkin semua sekali mengamalkan gaya hidup islamik juga. InsyaAllah.
Jazakallah kerana meluangkan masa dan berkongsi pandangan bernilai puan dengan kami.
*gambar di bawah ialah Mufti Taqi Usmani
.
1. Ia senantiasa mengajak istrinya untuk menjadi wanita yang selalu beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
2. Ia senantiasa berusaha menjadikan rumah sebagai surga bagi istri dan anak-anaknya.
3. Ia senantiasa berusaha untuk bertanggungjawab atas segala kebutuhan nafkah istri dan anaknya dengan rezeki yang halal.
4. Ia senantiasa membimbing istrinya menjadi seorang istri yang taat kepada suami.
5. Ia senantiasa bersikap ramah dan penyayang kepada istri dan anak-anaknya.
6. Ia selalu menjaga cinta dan kasih sayangnya hanya kepada istrinya,pantang baginya untuk mudah berpaling kepada wanita lain.
7. Ia senantiasa berusaha untuk menasehati istrinya disaat khilaf dan berbuat kesalahan,dan tidak segan-segan ia memaafkannya.
8. Ia senantiasa berusaha bersabar dalam menyikapi (misalnya) sifat buruk istrinya.
Ia telaten akan mengarahkannya untuk berubah menjadi lebih baik.
9. Ia senantiasa berusaha untuk lebih mengingat kebaikan istrinya dibanding dengan mengungkit-ngungkit keburukannya.
10. Ia senantiasa berusaha menyelesaikan setiap permasalahan rumah tangga dengan sebaik-baiknya dan tak mudah nenceritakannya kepada orang lain.
11. Ia senantiasa berusaha menjadi pemimpin yang baik dan bijak serta menjadi contoh yang baik bagi istri dan anak-anaknya.
12. Ia selalu punya waktu untuk berkumpul santai bersama istri dan anak-anaknya.
13. Dan ia tidak merasa berat untuk memberi Maaf kepada istrinya jika berbuat khilaf,serta tidak merasa rendah diri untuk meminta maaf kepada istrinya jika ia berbuat khlilaf.
.
Semoga Suami/Calon suami kita adalah seseorang laki-laki yang dekat dengan TuhanNya.
Sehingga kita diajak kesyurga bersama-sama.
Aamiin Allahumma Aamiin
Friday, July 1, 2016
Bila saya datang tu.. Bising sngat ada yang boo saya.. Ada yg sy terdengar mereka kata "bapak besoo abg kau.." Ada yg muka semua dah pandang sy ketat jee.. Ada yg baring.. Cikgu kenalkan diri saya pun mereka bising.. Cikgu2 dah malu dengan saya.. Saya masa tu dah risau.. Takut.. Dalam hati kata "macamana lah nak cermaah kat deorang ni 3 jam.." Terus teringat.. Satu orang ust bagitau saya.. "Khalil.. Tau macamana ulamak2 india boleh ceramah untuk 10 juta orang? Macam2 background.. Macam2 orang.. Macam2 perangai.. Tapi 10 juta orang boleh nangis dnegar cakap mereka.. Takde tepuk2.. Takada lcd.. Tak ada audio.. Tak ada ice breaking..Cuma pakai mic..?" Saya tanya ha aa macamana ek ust? "Mereka rasa dalam hati mereka yg depan mereka hanya makhluk.. Tak ada sikit pun kuasa untuk muliakan dan hinakan.. Yang mulia kan dan hinakan seseorang hanya Alllah.. Yg hebat hanya Allah.. Bila kita rasa kita rasa kita hebat.. Lebih baik daripda orang di depan kita.. Allah akan hinakan kita.. Orang xkan dengar cakap kita.. Tapi kalau kita rasa.. Saya x pandai.. Bodoh.. Mereka berkelakuan begini semua salah saya.. Dan kita doa nangis2.. Kita rasa kalah mereka Allah bagi hidyaah, Mereka lebih baik daripda sayaa.. Kalau kita ada perasaan ni.. Orang akan dengar dan terkesan dengan cakap kita.."
Bila saya teringat kata2 ustz saya ni.. Saya terus mulakan ceramah sy dngn bacakan sebuah hadith galakan duduk dalam majlis agama.. Menuntut ilmu.. Saya kata " dalam hadith bukhori diceritakan bila nabi saw buat ceramah ada 3 jenis orang.. Orang yg pertama dia terus dduk di hadapan nabi saw orang kedua dia duduk belakang orang dan belakang tiang orang ketiga dia tengok ada mjlis ilmu dan dia terus berlalu pergi.. Nabi saw kata nak tak aku bagitau pasal 3 orang ini.. Bahkan nabi saw bagitau kami.. Nabi kata orang yg dduk terus di hadapan Aku Allah berhadapan dengan dia.. Orang kedua Allah berselindung daripdanya orang ketiga Allah lari daripadanya.." Masa tu alhamdulillah semua Allah yg buat budak yg tadi bising.. Baring.. Terus berubut duduk depan saya dan rapat... YaAllah saya terus terfikir.. Hebatnya hadith nabi ni.. Bawa cahaya buatkan orang terkesan dalam hati mereka...
Sebab tu sangat penting setiap sekolah seluruh malaysia hidupkan bacaan hadith yg berkaitan galakan galakan untuk beramal..(taklim fadhoil) setiap hari supaya hati anak pelajar kita jadi lembut dengan hadith2 nabi saw.. Ulamak kata 3 hari tak dengar bacaan hadith atau quran satu titik hitam melekat kat hati.. Patutlah.. Mereka banyk buat masalah di sekolah di rumah.. Sebab hati tak hidup.. Hati gelap.. Pucuk pangkal kan hati.. Bawalah datang cahaya di sekolah kita insyaAllah batil (kejahatan) akan hilang.. Dalam bilik gelap.. Marah gelap rotan gelap x dapat selesaikan masalah gelap.. Cuba bawa cahaya gelap akan hilang.. Begitu juga hadith2 nabi saw adalah cahaya.. Program2 agama adalah cahaya.. Sunnah nabi adalah cahaya.. Buat selalu maka kejahatan akan hilang.. Malangnya masih banyak sekolah yg buat program2 yg membawa lagi kegelapan.. Dah laa gelap bawak lagi gelap.. Bila gelap nak hilang.. Program bercampur lelaki perempuan.. Bertepuk bertampar dalam program.. Ini menambah lagi kegelapan dalam mendidik anak2 remaja kita.. YaAllah semoga Allah ampunkan kita..
Sebenarnya.. allah mengikut sangkaan hambanya.. Apa sangkaan kita pada remaja kita.. Kalau kita sangka mereka teruk.. Orang yg x guna.. Maka itulah yg mereka akan jadi.. Tapi kalau kita sangka masyaAllah remaja2 saya ni satu hari nanti mereka berubah mereka terus sebarkan agama di merata dunia.. Sunnatkan orang2 di luar negara.. Bawa kepada islam.. Maka itulah yg mereka akan jadi.. Sebab hadith kudsi Allah bagitau Allah mengikut sangkaan hambaNya..
YaAllah.. Teruk mana pun remaja saya.. Mereka lebih baik daripada saya.. YaAllah jadikanlah setiap remaja saya yg mencintai solat.. Taat perintah mak ayah dan guru2.. YaAllah kesian anak muda saya hari ni berduyun duyun runtuhkan agama.. YaAllah kesianlah mereka.. Ubahlah mereka.. Mereka baik.. Tolonglah yaAllah.. Terimalah mereka.. Maafkan kami sebab tanggapan kami yg buruk pada mereka selama ini.. Amiiiin
Motivator Remaja,
Ustaz Khailil Razak
0137791637
#storyustaztido
Monday, June 27, 2016
#SyarahHikam_MUNAJAT
#TokkuPasirGudang
#MasjidJamekCahayaBaru
#MyNotes
• Munajat adalah pengaduan kpd Allah swt, merayu dan merintih kpd-Nya.
• Kesilapan kita ialah jarang mengadu kpd Allah, kita cuma berdoa dan meminta saja kpd Allah.
• Allah Yg Maha Mengetahui semua ttg kita, tp Dia perintahkan supaya kita mengadu kpd-Nya.
• Kita takkan pernah kecewa kalau kita mengadu kpd-Nya.
• Orang yg cuma berdoa dlm hati dia ego sebenarnya. Sebutlah doa pd lidah, sebutlah permintaan dan pengaduan kita. Tunjukkan bhw kita ni lemah.
• Sekali hamba Allah mengangkat tangan (utk berdoa), Allah takkan sia-siakan doa hamba tu krn Allah malu utk menolak doa-Nya.
• Angan-angan kita utk mendapat keampunan Allah takkan sia-sia krn yg dtgkan ilham itu ialah Allah.
• Asalnya kita takde ilmu, dan ilmu kita ialah apa yg kita belajar.
• Berapa byk takdir yg kita nampak buruk hari ni, menjadi baik dilain hari.
• Apapun takdir yg berlaku kpd kita tidaklah buruk krn ia dtg/ditakdirkan oleh Allah Yg Maha Penyayang.
• Bersangka baiklah dan bersabarlah melaluinya (musibah atau takdir yg berlaku), kelak kita akan nampak hikmah yg paling agung.
• Jgnlah mengeluh dan jgnlah meminta agar Allah menukarkan takdir kita, hinggalah Allah yg menukarkannya.
• Sebaliknya mintalah pertolongan Allah dlm kehendak-Nya. Mintalah untuk sabar, mintalah utk redha.
• Jgn menolak takdir Allah, dan jgn meminta apa yg bukan ditakdirkan utk kita.
• Akhirnya, takdir Allah akan tetap dan pasti berlaku.
~ Wallahu a'lam
Fb : d kuliah
Kelebihan ikhlas.
1. Amalannya diterima oleh Allah Ta'ala
2. Iblis gagal menyesatkannya
3. Layak mendapat syafaat Nabi Sollallahu 'Alaihi Wa Sallam apabila dia mengucapkan kalimah lailahaillallah dengan ikhlas.
Benar-benar ingin mengetahui tuntutan kalimah lailahaillallah
4. Penyebab dosanya dihapuskan walau amalannya tidak banyak.
Dalilnya kisah seorang yang amalannya tidak banyak melainkan kalimah lailahaillallah yang disebutnya benar-benar ikhlas. Akhirnya dia dimasukkan ke dalam syurga.
5. Menjadikan ilmu yang dipelajarinya berkat. Kerana itu Imam Ahmad mahu setiap anak-anak muridnya yang datang ke kuliahnya mengikhlaskan diri. Allah mengharamkan ilmu kepada orang yang tidak ikhlas belajar.
Apabila ikhlas, ilmu jadi bermanfaat, diamalkan dan menjadi sebab syiar itu berkembang.
Jangan kerana seseorang itu buat maksiat menghalang dirinya untuk menghadiri majlis ilmu.
Kadangkala kita tidak tahu majlis ilmu mana yang menjadikan dirinya berubah. Walau nasihat sama, kita tidak tahu waktu bila dan siapa yang memberi kesan kepada kita kerana hati kita boleh bertukar-tukar.
Umpama kita ada duit RM1. Walau kita punyai duit yang sama kita tetap mengambilnya kerana bila makin banyak kita kumpul RM1 nilainya bertambah dan bertambah.
Begitu jugalah bila kita dapat nasihat yang sama dari guru yang sama. Mungkin kali pertama kita hanya mendengar, kali kedua kita faham dan kali ketiga kita mula beramal. Dan begitulah seterusnya.
Kita tidak tahu masa depan anak-anak dalam urusan agamanya. Apa yang penting kita beri pendidikan agama pada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah. Andaikata dia tersesat, dengan ilmu yang diberi Allah kembalikan dia semula ke jalan yang benar.
Dalam satu kisah bagaimana seorang alim lebih syaitan takuti daripada 1000 abid (ahli ibadat). Syaitan menguji seorang abid dengan berkata "Bolehkah Allah memasukkan bumi ini ke dalam telur?". Jawab Si Abid "Tak tahulah." Ini kerana dia mula berfikir secara logik, dia mula meragui kekuasaan Allah.
Kemudian syaitan bertanya Si Alim dengan soalan yang sama. Jawab Si Alim "Kenapa tidak...Allah Maha Berkuasa." Menunjukkan yakinnya dia dengan Allah Ta'ala.
Ada orang yang boleh berubah sebulan sekali setiap kali dia menghadiri majlis ilmu. Ada orang yang boleh berubah setiap kali dia menghadiri majlis ilmu.
fb : d kuliah
Jika org tu buat maksiat,walau jauh dari pandangan manusia dgn dinding2 yg banyak,org tetap benci kerana maksiat yg dia buat.
Sebab tu, pesan Saidatina Aisyah RA.;
"Ketahuilah bila seseorg itu dibenci ialah kerana maksiat yg ada padanya".
Allah jadikan sebab benci tu datang dari maksiat.
Bila org datang tanya ustaz,
"Saya ni kenapa tengok muka isteri rasa benci".
Si isteri pula kata,
"Ustaz,saya tengok suami.... rasa benci,saya tak tahu sebab apa....benci.Kami dah kahwin 20 tahun,sekian2 tahun...kami tengok,benci".
Maka jawapan kita kpd mereka,
"Banyakkan istigfar...banyakkan istigfar,mohon ampun sungguh2".
Pasti ada hijab dosa yg begitu tebal sehingga kasih sayang selama ini yg dibina,yg telah diterjemahkan dgn pelbagai pengorbanan,berbagai cara,tiba2 hari ni bertukar jadi benci.
Maka semua ini,kita melihat asal masaalahnya ialah DOSA-DOSA kita.
Sebab tu tuan2,teruskan bertaubat.
Semuga Allah jadikan kita dicintai oleh org2 yg menyintai Allah.
Disayangi oleh org2 yg menyayangi Allah dan didoakan oleh org2 yg dekat dgn Allah.
#TokkuPasirGudang
#NasihatUtkOrgYgTerlanjurMelakukanDosa
Fb : rashid senin
Apabila kita diuji...
Hati berbisik..
Orang sekeliling menasihati..
"Allah uji sebab nak hapus dosa"
......
......
Ya betul.... tapi..
Kita makin sedih.. makin kecewa.. makin meratapi dosa..
ALLAH jua diajukan soalan..
Kenapa dan Mengapa...
Kenapa aku.. kenapa aku.. kenapa aku..... ??
Wahai kawan.. berhenti sejenak.. tukarkan fikiran kita yang negatif itu..
Allah dah janji,
INNA MA'AL USRI YUSRO..
INNA MA'AL U'SRI YUSRO
INNA MA'AL U'SRI YUSRO
(setiap kesusahan itu BERSAMA kesenangan)
Nabi Muhammad juga diuji.. bahkan lebih hebat daripada kita.. adakah kerana DOSA ??
(Allahumma solli a'la saiyidina Muhammad)
Nabi Zakaria dipotong badannya.. terputus dua.. adakah kerana DOSA ??
Sumayyah dicampak ke dalam parit api.. habis sekeluarga.. adakah kerana DOSA ??
Bilal bin Rabah juga terseksa di dunia.. dihenyakkan batu besar diatas dada.. adakah kerana DOSA ????
Bukan.. bukan.. bukan..
Bukan kerana DOSA semata2..
Allah uji untuk MENAIKKAN DARJAT.. ALLAH UJI SEBAB DIA KASIHKAN KITA.. ALLAH RINDU AIRMATA KITA.. bahagianya !!
Manusia tak suka tengok orang menangis..
Tapi ALLAH suka !!
BILA KITA MENANGIS, AIRMATA KEINSAFAN KITA YANG RINDUKAN DAN TAKUTKAN ALLAH MAMPU MEMADAMKAN API NERAKA..
Jangan prejudis pada Allah apabila diuji..
Jangan menghukum diri apabila diuji..
Lebih baik ambil wudhu'.. solat dua rakaat.. lepas salam.. istighfar dan selawat.. senyum memandang ke langit.. biarlah airmata berlinang.. bisik dalam hati sedalam-dalamnya....
"Ya Allaaaaahhhhhh.. terima kasih kerana TIDAK MELUPAKAN aku.."
Allah itu ADIL..
Allah itu PENUH KASIH SAYANG..
Allah itu PENCIPTA kita..
Siapa lagi nak UJI kita kalau bukan Allah ..
Siapa lagi nak SAYANG kita kalau bukan Allah ..
Siapa lagi nak MULIAKAN kita kalau bukan Allah ..
Jangan berhenti MENGGALI kasih sayang Allah...
ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG..
Ada org sampai ke tua tak fikir hakikat KEMATIAN.
Lihat....bila Allah datangkan musibah ini.
Inilah musibah yg paling besar.
Lupa pd kematian adalah musibah besar.
Bukan musibah kamu ditinggalkan anak2,tetapi musibah bila kamu meninggalkan ingatan pd kematian.
Tiba2,kita masih letakkan nilai pd manusia,pd harta benda,pd segala pangkat....berhenti!!
Letakkan pemikiran kamu pd hari kematian dan persiapan kamu.
Jadilah org tua yg pemurah,walaupun nilainya jauh rendah berbanding org muda yg pemurah.
Sekurang-kurangnya kamu cuba nak jadi mulia.
Jadilah org tua yg abid,beribadah.
Walaupun nilainya rendah berbanding org muda yg beribadah.
Tetapi sekurang-kurangnya kamu berusaha nak jadi mulia.
Jadilah org tua yg berakhlak,walaupun yg paling dicintai oleh Allah ialah org muda yg berakhlak.
Tapi sekurang-kurangnya kamu cuba cari kemuliaan di akhir usia kamu.
Ertinya kita kalau sampai peringkat usia tua....carilah kemuliaan.
Jangan ikut zaman muda,zaman lalai balik....
Ini angan2 yg MEMBINASAKAN.
Khamis - 19/05/2016 - 7:50pm
1) Islam menuntut supaya kita berusaha menjaga tubuh badan agar sihat supaya mudah nak buat ibadah..
2) Rasulullah SAW menekankan kesihatan tubuh badan.
3) Bila kita berpuasa,jika sakit atau musafir,maka dibolehkan untuk tidak berpuasa.. atau diganti dengan hari lain..
4) Tidur dengan mengikut sunnah iaitu mengiring ke kanan adalah baik untuk jantung..
5) Ibu2 orang arab jahiliyyah mengajar & berkata kepada anak2 mereka supaya bangun awal,untuk menghirup udara yang masih segar yang belum dicemari oleh nafas2 orang lain..
6) Orang yang nak dapatkan hidayah & keinsafan mestilah kena sihat tubuh badan dahulu..
7) Jauhilah kamu dari sifat kenyang yang melampau kerana akan menyebabkan kamu malas beribadah.(Umar Al Khattab)
8) Siapa yang solat dengan lebih kurang,maka yang lain2 perkara dia akan buat lebih kurang juga.. tidak bersungguh..
9) Nasihat paling baik untuk anak2 kita ialah bagitahu mereka asas yang kuat iaitu : "Solatlah kamu walau di mana jua berada."
10) Kata Saidina Ali Karamallahu Wajhah.. ada 3 perkara yang membinasakan kesihatan manusia.. iaitu..
1)Melampau2 dalam makanan.. kerana dia menganggap dia sihat.. maka boleh makan semua,maka sakit akan menyerang kelak..
2)Orang yang menganggap dia kuat lalu rasa mampu mengangkat segala benda2 berat.. akhirnya dia merana pada umur tua.. maka dia gagal untuk beribadah dengan sempurna..
3)Orang yang bekerja tidak tentu masa.. melampau2 dalam bekerja..
11) Allah syariatkan kita berkahwin,adalah supaya kita dapat menyusun waktu..
Islam tidak suruh kita melampau dalam bekerja,ada tempoh2 untuk berehat,ibadah,bekerja,berkumpul bersama2 keluarga.. supaya kita dapat menjaga kesihatan tubuh badan..
12) Ada orang yang utamakan bekerja lebih masa,maka dia sebenarnya menzalimi diri dia sendiri.. kerana kelak akan memudharatkan kesihatan sendiri..
13) Orang yang kerja berjadual.. maka dia miliki ramai kawan..
Orang yang kerja dengan melampau,tanpa ada waktu bersama kawan,keluarga.. maka dia akan dibenci oleh ramai orang.. hingga terputusnya silaturrahim..
14) Orang yang makan banyak,umpama pokok yang disiram dengan air yang banyak..
Maka rosak badan.. rosak kesihatan..
15) "Makanlah.. minumlah,tapi jangan kamu melampau2.."(Hadis)
Maksud jangan melampau ialah jaga halal haramnya..
..jangan melampau melebihi dari keperluan/kemampuan perut..
..jangan melampau hingga tidak tentu masa & mengganggu waktu2 solat..
16) Allah ciptakan kita bukan untuk 'makan' tapi adalah untuk beribadah..
Makan itu adalah untuk menguatkan badan kita.. untuk beribadah..
Selera kita ini.. akan datang satu masa kelak,kita tidak akan berselera untuk makan.. untuk menunjukkan bahawa tujuan kita hidup bukanlah untuk makan..
Paling kita selera bila waktu sakit,bukanlah makan,tapi adalah dengan menyebut nama Allah.. maka kita rasa kenyang & tenang..
17) Siapa suka lapar,maka dia sihat..
Siapa suka kenyang,maka tunggulah akan datangnya penyakit2..
18) Kebanyakan penyakit datang dari perut..
19) Asas untuk buat ibadah adalah kesihatan yang baik..
Jarang2 orang yang tidak sihat,ada minat & semangat untuk buat ibadah..
20) Anak2 yang baru lahir,(7 hari) sunat dicukur botak,kerana terdapat kekotoran pada rambutnya..
21) Makan makanan mentah adalah makruh hukumnya..
Tapi makan sayur mentah tidaklah makruh..
Makruh itu adalah untuk menjaga maruah kita..
Dibimbangi tohmahan dari orang ramai..
Tiada dalil yang mengharamkannya..
Namun jika duduk di dalam masyarakat yang sudah biasa makan mentah seperti negara Jepun,maka ia tidaklah makruh..
Maka kena lihat 'uruf' masyarakat..
22) Berkumur2 ketika berwuduk itu adalah wajib pada Mazhab Hambali..
23) Nabi SAW bersiwak setiap kali berwudhuk..
24) Pakaian paling terbaik adalah pakaian putih.(Hadis)
25) Orang yang dapat hidayah,kita akan lihat bahawa hidupnya tersusun..
~ wallahu a'lam.. semoga menjadi asbab hidayah kepada saya..
Fb jeffery el ghifari