Monday, August 11, 2014


 Tazkirah ringkas Subuh 12.08.2014

Mengenal Allah dgn sebenar

Tuan2..
belum smpai msa lg kah utk kita mgenal Allah dgn sebenar??
Hidup di dunia tlalu singkat sbnrnya..
Allah pun dh sebutkan nilai dunia ini tdklah melainkan permainan dan hiburan yg melalaikan semata2..

Dgn sbb permainan dan hiburanlah kita jd BERAT kaki utk melangkah ke rumah2 Allah..

Dgn sbb permainan dan hiburanlah kita jd RINGAN kaki itk melangkah ke tmpt2 lagha..

Rugi tuan2..
Allah berikan kita nikmat tp kita slhgunakan nikmat tsebut..
Allah bg kita kaki tp kita pi tmpt maksiat..
Allah bg kita mata tp kita duk tgk bnda2 haram..
Allah bg kita telinga tp kita duk dgr org duk mengumpat..

Mana hak utk Allah tuan2??
Xde satu pun nikmat tu kita gunakan utk Allah..
Xde langkahan kaki ke rumah2 Allah..
Xde renungan mata ini utk melihat ayat2 Allah..
Xde tadahan telinga ini utk mdengar perintah dan laranganNya..

Berubahlah tuan2..
Berubahlah sblm Allah PAKSA kita dtg mjenguk ke rumahNya..
Dtg dgn penuh kehinaan..
Dtg sbg JENAZAH..
Malah kita DIANGKAT seolah2 mnunjukkan suatu paksaan ke atas kita sblm kita dikebumikan..
Sedih tuan2 msa tu...

Org lain tak kan rasa apa yg kita rasa masa tu tuan2..
Mereka sekadar mzahirkan kesedihan namun tdk mgambil iktibar..sma mcm kita la..
Pi tgk org mati tp xamik iktibar..
Skrg bila jenazah kita ada dlm rumah Allah, barulah kita tau saat tu kita berada dlm kerugian..

Allah cerita dlm Quran bgaimana kebykn manusia meminta dkembalikan ke dunia utk beramal..
Namun Allah tdk mhiraukan permintaan mereka kerana..
Jika mereka dkembalikan ke dunia, mereka pasti lalai spt skrg..
Itulah sifat kita tuan2...
Jahil dan zalim..
Sbb jahil dan zalim la kita tdk menunaikan hak2 Allah..
Sbb jahil dan zalim la kita akan myesal di akhirat kelak..

Tuan2..
Kematian ni adlh PERMULAAN bg kehidupan..
Ia bkn bererti kita sudah blh berasa lega kerana tlh hilang penat lelah kita..
Allahuakbar...di alam barzakh inilah pmulaan cerita kita yg sebenar..
Dsinilah kita akan mgetahui smada kita tselamat @ tseksa dgn azabNya...Allahurabbi..

Berubahlah tuan2..
Dgn kesempatan waktu yg amat singkat ni, ringankanlah kaki tuan2 utk melangkah ke rumah2 Allah..
Dtg solat bjemaah..
Dtg mendengar peringatan dan nasihat2 agama..
Dtg utk memuhasabah diri..
Dtg utk mgenal hukum halal haram..
Supaya kita btemu dgn Allah dlm keadaan kita BERUSAHA utk mgenal Allah...
Walaupun kita tdk akan jd alim spt ulama..

Sunday, July 13, 2014

Hadits Ke-32


 

Dari Sa’id Sa’d bin Malik bin Sinan Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Dilarang segala yang bahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Daruquthni, dan yang lainnya dengan disanadkan dan diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwatha’ secara mursal, dari Amr bin Yahya, dari bapaknya, dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dengan meniadakan Abu Sa’id. Hadits ini menguatkan satu dengan yang lainnya)

Kedudukan Hadits
Hadits ini sangat penting karena berisi kaidah agama di mana dengan kaidah tersebut tercakup hukum-hukum yang sangat banyak.

Tidak Mendatangkan Mudhorot
Sesuatu yang disyariatkan baik dalam ibadah atau muamalah tidak mendatangkan mudhorot bagi pelakunya. Hamba tidak boleh mendatangkan mudhorot dalam bermuamalah sementara dia tidak memperoleh manfaat. Jika mudharat yang ditimbulkan mendatangkan manfaat bagi dirinya, maka hukumnya tafsil. Yaitu:

  1. Jika mudharat itu sesuatu yang biasa dan manfaatnya jelas, maka hukumnya boleh.
  2. Jika mudharat itu sesuatu yang tidak biasa, dan manfaatnya tidak jelas maka hukumnya tidak boleh.
 
Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id

Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma’had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya)

Monday, June 23, 2014



Wahai diri yang tertipu !

Tertipu ataupun ghurur adalah merujuk pd kerja syaitan yg ingin menyesatkan manusia..

Imam ibnul Jawzi menjelaskan dlm Talbis Iblis, kadang2 ilmuan pun tertipu dgn ilmunya, hingga mengheret nya dlm polemik2 debat yg merugikan dgn harapan meningkatkan popularity nya..

Gitu juga tipu daya syaitan kpd ahli perubatan , Orang yang cantik dll, semuanya terdedah pd tipudaya nya..

Ayuh renungi firman Allah swt dlm surah al Hijr ayat 39 tentang janji syaitan maksudnya : iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Jom renungi mesej ini : 

"...tanda-tanda Iman ditarik dari hati (ditutup pintu hatinya) ialah Allah akan sibukkan dirinya dengan urusan dunia..."
(mafhum riwayah). 

Kata ustaz, apabila Allah tidak mengkehendaki kita lagi...
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia...
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak 
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan. 
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menambahkan harta. 
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mencari pengaruh, pangkat dan kuasa...Alangkah ruginya kerana kesemuanya itu akan kita tinggalkan...

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dahulu menemui Allah SWT...dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung bermati-matian untuk merebut dunia...kerana tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadat kepada Allah...tidak akan Allah ciptakan manusia sekiranya tujuan hidup untuk merebut habuan dunia..
Sebenarnya apa yang kita dapat dari habuan dunia ini telah pun ditentukan oleh Allah SWT.

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih daripada kita dari segi gaji, pangkat, harta, rumah besar, kereta besar...

Kenapa...
kita tidak pernah cemburu melihat ilmu orang lain lebih daripada kita..
kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan daripada kita.. 
kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam...solat tahajud dan bermunajat...

kita cemburu apabila melihat orang lain menukar kereta baru yang mewah...tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang boleh khatam Al'Quran sebulan dua kali...

Kesemua petanda-petanda ini menunjukkan dunia akhir zaman....apabila duit, harta dan pangkat mengatasi segala-galanya....setiap kali menyambut hari jadi...kita sibuk nak raikan sebaik mungkin...tetapi kita telah lupa..dengan bertambahnya umur kita...maka kita akan dipanggil Illahi bertambah dekat...kita patut bermuhasabah mengenai bekalan...ke satu perjalanan yang jauh..yang tidak akan kembali..dan buat selama-lamanya.

Sahabat yang ku sayang..
Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala umpama angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya di sisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tenteram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.

Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu manusia yang mencintai dunia.

Ketahuilah wahai sahabat
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba itu, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibuk kan dunianya hanya dengan ibadah kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Ya Allah, cintailah aku dan keluargaku.janganlah Kau berpaling dari kami...
Pilihlah kami sebagai tempat pemberian nikmat-nikmatMu.

Aamiin." 
ingat mengingati utk diri sendiri dan sahabat 

Tuesday, April 8, 2014

Hadits Ke-23


 

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Alloh) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (HR Muslim)

Kedudukan Hadits
Hadits ini sangat agung karena kata-katanya sangat menyentuh jiwa. Jiwa yang sehat pasti akan tersentuh dengan hadits ini dan lahirlah ketaatan.

Bersuci Adalah Separuh Iman
Ulama berbeda pendapat tentang makna bersuci merupakan separuh iman. Dua pendapat yang paling masyhur adalah:

  1. Bersuci diartikan dengan bersuci dari najis maknawi, yaitu dosa-dosa, baik dosa batin maupun dosa lahir. Karena iman ada dua bentuk, yaitu meninggalkan dan melakukan, maka tatkala sudah meninggalkan dosa-dosa berarti sudah memenuhi separuh iman.
  2. Bersuci diartikan dengan bersuci dengan air. Bersuci dengan air ada dua macam, yaitu bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. Bila bersuci diartikan dengan suci dari hadats kecil dan hadats besar maka yang dimaksud dengan iman adalah sholat. Jadi bersuci itu separuh dari sholat. Sholat dikatakan sebagai iman karena merupakan pokok amalan iman.

“Alhamdulillah” Memenuhi Timbangan
“Alhamdulillah” adalah pujian bagi Alloh atas seluruh kesempurnaan-Nya. Alloh terpuji dalam lima hal sebagai berikut :

  1. Terpuji karena kesempurnaan rububiyah-Nya.
  2. Terpuji karena kesempurnaan uluhiyah-Nya.
  3. Terpuji karena kesempurnaan asma dan sifat-Nya.
  4. Terpuji karena kesempurnaan takdir-Nya.
  5. Terpuji karena kesempurnaan syariat-Nya.

“Alhamdulillah” memenuhi timbangan dapat diartikan dengan dua penafsiran yaitu :

  1. Amalan yang lainnya diletakkan dalam timbangan terlebih dahulu kemudian “alhamdulillah”, maka penuhlah timbangan.
  2. ”Alhamdulillah” sebagai pasangan dari “subhanalloh”. Agama sempurna dengan dua hal, itsbat dan tanzih. “Alhamdulillah” merupakan itsbat dan “subhanalloh” merupakan tanzih. Maka jika “subhanAlloh” diletakkan dalam timbangan kemudian baru “alhamdulillah” penuhlah timbangan.

Sholat Sebagai Nur, Shodaqoh Sebagai Burhan dan Sabar Sebagai Dhiya
Nur adalah cahaya yang tidak memancarkan sinar. Burhan adalah cahaya yang memancarkan sinar namun tidak menyengat. Dhiya’ adalah cahaya yang memancarkan sinar yang menyengat, dan membakar.

Sholat dikatakan sebagai nur karena di dalamnya terdapat ketenangan. Shodaqoh dikatakan sebagai burhan, karena di dalamnya terdapat keberatan. Sabar dikatakan sebagai dhiya’ karena di dalamnya terdapat keberatan yang sangat.

Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id

Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma’had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya)